D2.3 Daftar Prioritas - Adverse Event of Special Interest (AESI): COVID-19 Safety Platform for Emergency vACcines
←
→
Page content transcription
If your browser does not render page correctly, please read the page content below
Safety Platform for Emergency vACcines
D2.3 Daftar Prioritas
Adverse Event of Special Interest (AESI): COVID-19
Paket Kerja: WP2 Standards and tools V2.0
Tanggal 25 Mei 2020
Penulis: Barbara Law, Miriam SturkenboomV2.0. 25-05-2020
DAFTAR ISI
Safety Platform for Emergency vACcines .................................................................................................................... 1
1. Latar belakang.................................................................................................................................................. 2
Adverse event of special interest .............................................................................................................................2
2. Tujuan Hasil Kerja ............................................................................................................................................ 3
3. Metode............................................................................................................................................................. 3
Metode untuk mendapatkan daftar awal AESI .......................................................................................................3
Evaluasi literatur dan pengambilan keputusan untuk memfinalisasi daftar awal AESI ...........................................4
Melanjutkan kajian literatur untuk memperbarui daftar AESI ................................................................................4
4. Hasil .................................................................................................................................................................. 5
Adverse Event of Special Interest COVID-19 ..........................................................................................................5
AESI terkait penyakit sasaran COVID-19 ................................................................................................................6
5. Rekomendasi & Diskusi ................................................................................................................................... 7
6. Referensi .......................................................................................................................................................... 8
7. INFORMASI DOKUMEN ................................................................................................................................... 9
RIWAYAT RINGKAS DOKUMEN .................................................................................................................................. 10
Lampiran 1. Manifestasi Kardiovaskular COVID-19.......................................................................................................11
Lampiran 2. Manifestasi Neurologis COVID-19 ...............................................................................................................2
Lampiran 3. Manifestasi Dermatologis COVID-19.........................................................................................................27
Lampiran 4: Manifestasi Gastrointestinal COVID-19.......................................................................................................5
Lampiran 5. Manifestasi Hematologis COVID-19 ............................................................................................................8
Lampiran 6. Manifestasi Ginjal COVID-19 .....................................................................................................................41
Lampiran 7. Sindrom Inflamasi Multisistem COVID-19 .................................................................................................43
Lampiran 8. Komplikasi Muskuloskeletal COVID-19 ......................................................................................................47
Lampiran 9. Manifestasi Okular COVID-19....................................................................................................................49
Lampiran 10. Manifestasi Pernapasan COVID-19 .........................................................................................................51
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 1V2.0. 25-05-2020
1. Latar belakang
Agar memaksimalkan manfaat data keamanan vaksin pada uji-uji klinis meskipun jumlah sampelnya kecil,
pengambilan, presentasi, dan analisis sampel penting untuk distandardisasi jika mungkin.
Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) jarang terjadi, sehingga definisi kasus standar yang diterima secara global
yang memungkinkan dilakukannya perbandingan juga dibutuhkan bagi laporan kasus, sistem surveilans, dan
penelitian epidemiologis retrospektif.
Kebutuhan akan standardisasi ini diungkapkan oleh Dr. Robert Chen pada sebuah konferensi vaksin di Brighton,
Inggris pada tahun 1999. Harald Heijbel, Ulrich Heininger, Tom Jefferson, dan Elisabeth Loupi bergabung dengan
Dr. Robert Chen dan mendirikan Brighton Collaboration sebagai sebuah organisasi sukarela internasional, yang
sekarang mencakup lebih dari 750 pakar ilmiah. Brighton Collaboration memiliki visi memfasilitasi penyusunan,
evaluasi, dan diseminasi informasi berkualitas tentang keamanan vaksin manusia.1
Dalam ranah definisi kasus, tujuan Brighton adalah:
1. Menyusun definisi kasus standar untuk KIPI secara spesifik
2. Mempersiapkan panduan pengumpulan, analisis, dan presentasi data agar dapat digunakan secara global
3. Menyusun dan menerapkan protokol penelitian untuk mengevaluasi definisi kasus dan panduan uji klinis
dan sistem surveilans
4. Meningkatkan kesadaran global tentang adanya protokol-protokol tersebut dan menjelaskan manfaatnya,
memantau penggunaannya secara global, dan memfasilitasi akses.
Pemantauan keamanan dalam uji klinis merupakan komponen penting dalam pembuatan vaksin. Sebelum sebuah
vaksin dapat disetujui untuk dipasarkan, diperlukan adanya pemantauan dan pelaporan keamanan yang ketat.
Dalam program-program pembuatan vaksin yang didanai oleh CEPI, para pembuat vaksin merupakan sponsor dan
bertanggung jawab atas pemantauan produk-produk mereka. Mereka juga bertanggung jawab untuk mematuhi
persyaratan regulatif. Karena CEPI mendanai beberapa pembuat vaksin dengan target yang sama, penggunaan
berbagai vaksin dan platform, harmonisasi pemantauan keamanan sangat penting agar dapat dilakukan analisis
dan interpretasi yang bermakna atas profil keamanan vaksin-vaksin yang didanai CEPI.1
CEPI bekerja dengan Brighton Collaboration melalui Task Force for Global Health untuk mengharmonisasikan
penilaian keamanan vaksin-vaksin yang didanai CEPI melalui proyek Safety Platform for Emergency vACcines
(SPEAC). Dalam lanskap analisisnya untuk COVID-19, dokumen ini mendeskripsikan metode-metode dan hasil-hasil
yang digunakan SPEAC untuk menyusun daftar adverse events of special interest (AESI).
ADVERSE EVENT OF SPECIAL INTEREST
Kejadian ikutan pasca-imunisasi (adverse events following immunisation) (KIPI) didefinisikan sebagai ‘setiap
kejadian medis yang merugikan yang terjadi setelah imunisasi, tetapi yang tidak selalu memiliki hubungan sebab-
akibat dengan penggunaan vaksin. Kejadian tidak diharapkan (adverse events) dapat berupa tanda yang merugikan
atau tidak dimaksudkan, temuan laboratorium yang abnormal, gejala, atau penyakit.’2
Adverse events of special interest (AESI) didefinisikan oleh Council for International Organizations of Medical
Sciences (CIOMS) VII3 sebagai:
“Kejadian tidak diharapkan perhatian khusus (serius atau tidak serius) adalah salah satu kekhawatiran ilmiah dan
medis terkait produk atau program sponsor yang perlu terus dipantau dan segera dikomunikasikan oleh peneliti
kepada sponsor. Kejadian ini mungkin memerlukan investigasi lebih lanjut agar dapat ditentukan dan dipahami.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 2V2.0. 25-05-2020
Komunikasi cepat oleh sponsor uji klinis kepada pihak-pihak lain (seperti pembuat peraturan) dapat juga
diperlukan, sesuai sifat kejadian.”
AESI dapat dijelaskan di dalam rencana analisis keamanan program di awal pengembangan produk untuk tujuan
perencanaan keamanan dan pengambilan, analisis, serta pelaporan data AESI, dan menjadi dasar analisis AESI
dalam rencana pelaporan dan analisis.
Meskipun saat ini fokus pembuatan vaksin CEPI adalah uji klinis tahap 1 dan 2, dengan jumlah sampel total yang
sangat kecil (kemungkinan N < 1000), tujuan akhirnya adalah memastikan vaksin siap digunakan terhadap penyakit
epidemi emerging. Karena itu, penilaian keamanan vaksin perlu dilakukan 1) pada seluruh siklus proses
pembuatan, persetujuan, dan penggunaan vaksin, serta 2) secara harmonis dan terstandar sehingga data dari
berbagai uji klinis dan populasi dapat dibandingkan. Banyak, bahkan sebagian besar, AESI yang teridentifikasi
relevan untuk program vaksin CEPI kemungkinan langka dan mungkin tidak pernah terjadi dalam konteks suatu uji
klinis tertentu. Namun, kita harus siap memanfaatkan maksimal data keamanan jika AESI terjadi.
Dalam mencapai tujuan ini, SPEAC memilih untuk mengidentifikasi AESI yang sebelumnya teridentifikasi pada
imunisasi secara umum (seperti anafilaksis, sindrom Guillain Barré) atau platform vaksin tertentu (seperti artritis
setelah penggunaan vaksin berbasis virus stomatitis vesikuler rekombinan). Selain itu, kejadian-kejadian yang
dapat terjadi selama perjalanan klinis atau sebagai komplikasi patogen sasaran penting untuk dipertimbangkan.
Tergantung platformnya, sebuah vaksin yang menyasar patogen tersebut dapat menimbulkan kejadian tidak
diharapkan dengan mekanisme imunopatogenik yang mirip; terjadinya kejadian ini hanya dapat dikaji dengan cara
meneliti AESI ini secara spesifik (misalnya, kehilangan pendengaran sensorineural pasca-demam Lassa).
2. Tujuan Hasil Kerja
Tujuan utama hasil kerja ini adalah menyusun dan mengajukan kemungkinan-kemungkinan AESI yang relevan bagi
pembuatan vaksin COVID-19 sambil mengingat bahwa pemahaman kita akan virus ini belum lengkap dan bahwa
dokumen ini mungkin perlu diperbarui atau diubah.
Tujuan sekundernya adalah mengharmonisasi penilaian keamanan (pemantauan, investigasi, dan analisis) dengan
cara memegang definisi kasus standar, alat, dan bantuan informasi yang disusun sesuai kebutuhan.
3. Metode
METODE UNTUK MENDAPATKAN DAFTAR AWAL AESI
Pada awalnya para pakar keamanan vaksin SPEAC menggunakan keahlian dan pengalaman mereka untuk
mengidentifikasi kejadian-kejadian tidak diharapkan yang mana menurut Brighton Collaboration paling mungkin
menjadi relevan untuk kandidat-kandidat vaksin CEPI.
Setelah itu, kami menyusun sistem penilaian berikut ini untuk menentukan sifat bukti yang mengaitkan AESI terkait
dengan imunisasi:
1. Ada/tidak adanya bukti hubungan dengan imunisasi yang telah terbukti.
2. Ada/tidak adanya bukti hubungan dengan platform vaksin dan/atau ajuvan yang relevan untuk pembuatan
vaksin CEPI yang telah terbukti.
3. Kekhawatiran teoretis berdasarkan imunopatogenesis.
4. Kekhawatiran teoretis terkait replikasi virus selama belum terjadi mutasi (wild type).
5. Kekhawatiran teoretis karena model hewan menunjukkan AESI pada satu atau lebih platform kandidat
vaksin.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 3V2.0. 25-05-2020
Suatu AESI dapat memiliki lebih dari satu penjelasan. Misalnya, konvulsi dapat dikaitkan dengan 1, 2, dan 4.
Agar presentasinya jelas, AESI disajikan dalam tiga tabel terpisah:
1. AESI yang relevan untuk berbagai vaksin.
2. AESI yang relevan untuk satu atau lebih platform vaksin.
3. AESI yang relevan untuk penyakit sasaran tertentu.
Satu atau lebih tabel ini dapat diperbaiki setelah templat keamanan vaksin disusun untuk setiap platform vaksin
CEPI atau jika diterbitkan bukti baru tentang kemungkinan sinyal keamanan vaksin atau sinyal keamanan vaksin
yang telah terbukti.
Pendekatan SPEAC dalam mengidentifikasi AESI terkait penyakit sasaran CEPI dideskripsikan secara terperinci
untuk demam Lassa dan MERS (lihat SPEAC-D2.2). Pendekatan ini harus disesuaikan untuk COVID-19 karena
penyakit ini baru muncul pada bulan Desember 2019.
Pencarian PubMed dilakukan pada tanggal 26/01/20 dengan kata kunci ("china"[tw] dan "coronavirus"[tw]) AND
("2019/01/01"[PDat]: "2021/01/30"[PDat]) agar dapat menemukan semua artikel yang diterbitkan sejak awal 2019
yang menyebutkan china dan coronavirus. Ditemukan 65 hasil. Pencarian PubMed lainnya dilakukan dengan kata
kunci (("Coronavirus"[Mesh] OR "coronavirus"[tw] OR "coronaviruses"[tw] OR "2019-nCoV"[tw]) AND
("2020/01/26"[PDat] : "2021/01/30"[PDat])) pada tanggal 17/02/20 agar dapat menemukan semua artikel yang
diterbitkan sejak pencarian sebelumnya. Pencarian ini disimpan dan pengingat surel harian dipasang untuk terus
menyampaikan kepada grup perkembangan terbaru tentang artikel dengan topik ini yang diterbitkan.
Semua artikel yang memberikan informasi tentang perjalanan klinis dan komplikasi COVID-19 yang dipilih dikaji
oleh pakar dideskripsikan di bawah ini.
EVALUASI LITERATUR DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MEMFINALISASI DAFTAR
AWAL AESI
Semua artikel hasil temuan dikaji secara independen oleh dua pakar kedokteran (B Law dan WT Huang). Masing-
masing pakar membuat catatan rangkuman tentang perjalanan klinis dan komplikasi penyakit sasaran ini.
Masing-masing pakar secara terpisah menyusun daftar AESI untuk dipertimbangkan. Kemudian, daftar-daftar ini
dikaji dan didiskusikan agar disepakati sebuah daftar kemungkinan AESI yang akan dikaji lebih lanjut dan disepakati
oleh dewan eksekutif SPEAC. Data yang diambil dirangkum dalam sebuah presentasi PowerPoint.
Setelah tersusun, daftar awal AESI ini dibagikan dengan CEPI.
MELANJUTKAN KAJIAN LITERATUR UNTUK MEMPERBARUI DAFTAR AESI
Sejak 17 Februari 2020, dilakukan pencarian PubMed harian dengan kata kunci (("Coronavirus"[Mesh] OR
"coronavirus"[tw] OR "coronaviruses"[tw] OR "nCoV"[tw] OR “COVID”[tw]). Kata kunci (OR SARS-CoV-2”[tw])
ditambahkan sejak 6 Maret 2020. Sejak 12 Mei 2020, ditambahkan ketentuan pencarian bahasa Inggris saja.
Seorang pakar menyaring judul semua sitasi artikel hasil pencarian yang membahas perjalanan klinis dan
komplikasi COVID-19. Sebagai catatan, karena sindrom gawat pernapasan akut (acute respiratory distress
syndrome/ARDS) adalah fitur utama yang banyak dikenal pada keadaan COVID-19 parah dan kritis, artikel-artikel
yang berfokus pada ARDS sebagai entitas klinis tidak dikaji. Komplikasi-komplikasi pernapasan lain serta artikel-
artikel lain yang mengindikasikan mekanisme patogen unik atau baru untuk ARDS yang diamati pada kasus COVID-
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 4V2.0. 25-05-2020
19 juga terekam. Lampiran 1 sampai 10 pada laporan ini merangkum serta merekam sitasi semua artikel yang
dikaji dalam bentuk tabel. Kajian, meta-analisis, penelitian, laporan kasus, dan rangkaian kasus serta ulasan
direkam untuk mengidentifikasi dan melihat presentasi-presentasi klinis yang relevan untuk daftar AESI ini.
4. Hasil
Tabel 1 berisi AESI-AESI yang dinilai dapat terjadi pada vaksin COVID-19 berdasarkan hubungan yang diketahui
dengan vaksinasi secara umum. Alasan memasukkan AESI-AESI ini diperjelas pada kolom terakhir tabel 1.
ADVERSE EVENT OF SPECIAL INTEREST COVID-19
TABEL 1. AESI YANG RELEVAN PADA VAKSINASI SECARA UMUM (KEJADIAN YANG DICETAK MERAH MEMILIKI DEFINISI KASUS
BRIGHTON COLLABORATION DI KOTAK INSTRUMEN SPEAC)
ALASAN DIMASUKKAN SEBAGAI AESI
SISTEM TUBUH TIPE AESI
(LIHAT CATATAN KAKI)
Kejang umum 1, 2, 4
Neurologis Sindrom Guillain-Barré (GBS) 2
Ensefalomielitis diseminasi akut (ADEM) 3
Hematologis Trombositopenia 1, 2
Anafilaksis 1, 2
Imunologis
Vaskulitis 3, 4
Lainnya KIPI lokal/sistemik serius 1, 2
1. Hubungan dengan imunisasi yang telah terbukti.
2. Hubungan dengan platform vaksin dan/atau ajuvan yang relevan untuk pembuatan vaksin CEPI yang telah terbukti.
3. Kekhawatiran teoretis berdasarkan imunopatogenesis.
4. Kekhawatiran teoretis terkait replikasi virus selama belum terjadi mutasi (wild type).
5. Kekhawatiran teoretis karena model hewan menunjukkan AESI pada satu atau lebih platform kandidat vaksin.
Tabel 2 berfokus pada AESI yang relevan untuk platform vaksin tertentu yang dipertimbangkan dalam program-
program pembuatan vaksin COVID-19
TABEL 2. AESI YANG RELEVAN UNTUK PLATFORM VAKSIN TERTENTU UNTUK VAKSIN COVID-19
HUBUNGAN DIKETAHUI/
SISTEM TUBUH AESI YANG SPESIFIK PLATFORM VAKSIN
KEMUNGKINAN DENGAN
Meningitis aseptik
Neurologis Vaksin virus hidup termasuk campak
Ensefalitis / Ensefalomielitis
Imunologis Artritis Platform r-VSV
Lainnya Miokarditis Platform MVA
*Penelitian platform asam nukleat dan platform protein belum dilakukan karena masih baru
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 5V2.0. 25-05-2020
AESI TERKAIT PENYAKIT SASARAN COVID-19
Lima artikel tentang gambaran klinis dan epidemiologi COVID-19 dimasukkan ke dalam kajian awal atas AESI-AESI
terkait.5-9
Lampiran 1 sampai 10 merekam sitasi-sitasi yang baru dikaji yang merupakan hasil pencarian PubMed harian.
Lampiran-lampiran ini dibagi menurut sistem tubuh (1. Kardiovaskular, 2. Sistem saraf pusat, 3. Dermatologis, 4.
Gastrointestinal, 5. Hematologis, 6. Ginjal, 7. Sindrom hiperinflamasi multisistem, 8. Muskuloskeletal, 9. Okular,
dan 10. Pernapasan).
Setiap Lampiran memberikan rangkuman dalam bentuk tabel yang membagi sitasi ke dalam bagian-bagian berikut:
1. Kajian; 2. Meta-analisis; 3. Patogenesis/Hipotesis; 4. Panduan atau kajian dengan fokus tatalaksana; 5.
Penelitian; 6. Laporan/Rangkaian kasus. Bagian 6 dibagi lagi ke dalam baris sesuai presentasi klinis unik yang di
dalam literatur telah teridentifikasi terkait dengan COVID-19. Sumber setiap sitasi menurut wilayah direkam di
dalam rangkuman tabel serta pengarang utamanya dan judul pendek.
Sitasi penuh semua artikel di dalam rangkuman tabel disebutkan di bawah rangkuman tabel. Pada daftar sitasi
terdapat bagian tambahan yang berisi ulasan, editorial, dan surat ke penyunting yang relevan.
AESI yang teridentifikasi untuk COVID-19 ditunjukkan pada Tabel 3 beserta penjelasan spesifik tentang
dimasukkannya AESI tersebut ke dalam daftar ini.
TABEL 3. AESI YANG RELEVAN UNTUK COVID-19
COVID-19 (warna merah berarti AESI memiliki ALASAN AESI DIMASUKKAN
SISTEM TUBUH
definisi kasus Brighton yang sudah diterbitkan) (LIHAT CATATAN KAKI)
1 Vaksin campak/RSV dimatikan
formalin; vaksin HIV
Peningkatan penyakit pascaimunisasi
Imunologis 2 Vaksin demam kuning kimerik
5 SARS/MERS-CoV model tikus
Sindrom inflamasi multisistem pada anak 3, 4
Pernapasan Sindrom gawat pernapasan akut (ARDS) 3, 4
Cedera kardiak akut termasuk:
• Mikroangiopati
• Gagal jantung dan renjatan kardiogenik
Kardiak • Kardiomiopati stres 3, 4
• Penyakit arteri koroner
• Aritmia
• Miokarditis, perikarditis
Gangguan koagulasi
• Trombosis vena dalam
• Emboli paru
Hematologis 3, 4
• Strok serebrovaskular
• Iskemia tungkai
• Penyakit hemorhagik
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 6V2.0. 25-05-2020
Ginjal Cedera ginjal akut 3, 4
Gastrointestinal Cedera hati 3, 4
Sindrom Guillain Barré 4
Neurologis Anosmia, ageusia 3, 4
Meningoensefalitis 1, 4
Lesi seperti chilblain 3, 4
Dermatologis Vaskulitis kutan organ tunggal 3, 4
Eritema multiformis 3, 4
1. Hubungan dengan imunisasi yang telah terbukti.
2. Hubungan dengan platform vaksin dan/atau ajuvan yang relevan untuk pembuatan vaksin CEPI yang telah terbukti.
3. Kekhawatiran teoretis berdasarkan imunopatogenesis.
4. Kekhawatiran teoretis terkait replikasi virus selama belum terjadi mutasi (wild type).
5. Kekhawatiran teoretis karena model hewan menunjukkan AESI pada satu atau lebih platform kandidat vaksin.
Meskipun tabel-tabel di atas adalah produk utama hasil kerja ini, dokumen ini mencakup lampiran-lampiran yang
akan tersedia di kotak instrumen SPEAC serta presentasi PowerPoint sebagai bahan untuk mengajar.
5. Rekomendasi & Diskusi
SPEAC merekomendasikan agar CEPI dan pembuat vaksin COVID-19 menggunakan daftar AESI ini. SPEAC juga
merekomendasikan agar para pembuat menggunakan pendekatan yang sama dalam melakukan identifikasi,
penilaian, penelitian, analisis, dan pelaporan AESI jika terjadi dalam suatu uji klinis.
AESI pada Tabel 3 disusun berdasarkan prioritas dan digunakan untuk memandu pembuatan definisi-definisi kasus
baru Brighton Collaboration. Perlu dicatat bahwa sebagian besar AESI COVID-19 belum memiliki definisi kasus
Brighton. Suatu kelompok kerja yang menyusun definisi peningkatan penyakit pasca-imunisasi sudah bekerja sejak
Maret bulan 2020 dan diharapkan hasilnya siap dikirim pada bulan Juni 2020 untuk diterbitkan. Kelompok-
kelompok kerja baru yang menyusun definisi kasus Brighton akan mulai bekerja di bulan-bulan ke depan sebagai
berikut:
Juni: Sindrom inflamasi multisistem pada anak dan ARDS;
Juli: Cedera kardiak akut dan gangguan koagulasi;
Agustus: Cedera ginjal akut dan cedera hati.
Diperkirakan bagian-bagian lain dalam daftar ini yang memerlukan definisi kasus (anosmia/ageusia, lesi seperti
chilblain, eritema multiformis) akan dimulai pada bulan Oktober. Namun, dapat muncul kondisi-kondisi baru yang
lebih diprioritaskan dalam hal penyusunan definisi. Tujuannya adalah mempertahankan fleksibilitas untuk
menambahkan dan memprioritaskan kejadian-kejadian baru berdasarkan perkembangan sifat COVID-19.
SPEAC akan menyusun rencana tindakan untuk setiap AESI prioritas, bersama dengan CEPI dan pembuat vaksin
untuk mengidentifikasi pendekatan-pendekatan terkait rencana-rencana uji klinis, yang dapat mencakup satu atau
lebih dari yang berikut:
1. Prioritas penyusunan definisi kasus baru Brighton Collaboration untuk AESI-AESI yang belum memiliki.
2. Persiapan instrumen-instrumen (daftar tilik tabel dan bagan keputusan) yang akan memfasilitasi
penerapan definisi kasus Brighton Collaboration secara terstandar dan harmonis.
3. Pelaksanaan kajian literatur sistematik untuk menggambarkan angka latar belakang pada populasi target.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 7V2.0. 25-05-2020
4. Kerja sama dengan pembuat untuk memodifikasi atau memetakan Formulir Laporan Kasus (Case Report
Form/CRF)/definisi hasil atau menyusun yang baru jika ingin sejauh mungkin mencapai pendekatan
harmonis dan terstandar untuk setiap AESI.
6. Referensi
1. Bonhoeffer J, Kohl K, Chen R et al. The Brighton Collaboration – enhancing vaccine safety. Vaccine 2004; 22:
2046.
2. Definition and Application of Terms for Vaccine Pharmacovigilance. Report of CIOMS/WHO Working Group
on Vaccine Pharmacovigilance, 2012, Council for International Organizations of Medical Sciences.
3. The Development Safety Update Report (DSUR): Harmonizing the Format and Content for Periodic Safety
Reporting During Clinical Trials: Report of CIOMS Working Group VII, Geneva 2007.
https://cioms.ch/shop/product/development-safety-update-report-dsur-harmonizing-format-content-
periodic-safety-report-clinical- trials-report-cioms-working-group-vii/ (accessed January 14, 2020)
4. 1CH Topic E2F Development Safety Update Report, EMEA/CHMP/ICH/309348/2008, June 2008
https://www.ema.europa.eu/en/documents/scientific-guideline/ich-e-2-f-development-safety-update-
report-step-3_en.pdf
5. Huang C, Want Y, Li X et al. Clinical features of patients infected with 2019 coronavirus in Wuhan, China.
Lancet 2020; published online Jan 24. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30183-5.
6. Chen N, Zhou M, Dong X et al. Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus
pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study. Lancet 2020; published online Jan 29.
https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30211-7.
7. Guan W, Ni Z, Hu Y et al. Clinical characteristics of 2019 novel coronavirus infection in China. medRxiv
prepring doi: https://doi.org/10.1101/2020.02.06.20020974 (not yet peer-reviewed when made available
online).
8. Wang D, Hu B, Hu C et al. Clinical characteristics of 138 hospitalized patients with 2019 novel coronavirus-
infected pneumonia in Wuhan, China. JAMA 2020; published online Feb 7; doi: 10.1001/jama2020.1585
9. The novel coronavirus pneumonia emergency response epidemiology team. The epidemiological
characteristics of an outbreak of 2019 novel coronavirus diseases (COVID-19) – China, 2020. China CDC Weekly
2020; Vol2:1-10.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 8V2.0. 25-05-2020
7. INFORMASI DOKUMEN
Perjanjian Induk Layanan Nomor Pesanan 1
Singkatan Proyek SPEAC Judul Lengkap Proyek Safety Platform for Emergency Vaccines
Pemimpin Proyek CEPI Nadia Tornieporth / Jakob Cramer
Pengelola Proyek CEPI Brett Barnett
Pengelola Kontrak CEPI Nishat Miah
Hasil Nomor D2.3 Judul Priority List of Adverse events of special interest
Nomor Paket Kerja WP2 Judul Standards and tools
Tanggal Selesai 25 Mei 2020 Tanggal Aktual
Status Draf Final Versi 2.0
Sifat Laporan Perangkat Instrumen Daftar Templat Panduan Pedoman
Kuesioner
Tingkat Diseminasi Umum Rahasia
Pemimpin Proyek SPEAC Robert Chen Surel: robert.chen@cepi.net
Koordinator Keilmuan Miriam Sturkenboom Surel: miriam.sturkenboom@cepi.net
Penulis 1 Barbara Law Surel: barbara.law@cepi.net
Penulis 2 Miriam Sturkenboom Surel: miriam.sturkenboom@cepi.net
Pemimpin Paket Kerja Barbara Law Surel: barbara.law@cepi.net
Pengkaji 1 Dewan Eksekutif Surel: eb@speac.cepi.net
Pengkaji 2 Robert Chen Surel: robert.chen@cepi.net
Hasil kerja ini memberikan metode dan hasil penyusunan daftar
Deskripsi Hasil Kerja prioritas kemungkinan kejadian tidak diharapkan perhatian
khusus yang relevan untuk uji klinis vaksin COVID-19
Kata Kunci Perangkat instrumen, kejadian tidak diharapkan perhatian khusus,
dokumen panduan
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 9V2.0. 25-05-2020
RIWAYAT RINGKAS DOKUMEN
NAMA TANGGAL VERSI DESKRIPSI
Barbara Law, Matthew Dudley, Wan- V1.0 Artikel terkait direkam dan dikaji, dan
03/02/2020
Ting Huang COVID-19 usulan daftar AESI disusun
V1.1 Revisi daftar AESI berdasarkan
Barbara Law, Wan-Ting Huang 23/02/2020
COVID-19 Wang-JAMA 20208 (aritmia
ditambahkan)
Barbara Law 27/02/2020 D2.3 V1.0 Draf hasil kerja untuk COVID-19
SPEAC Executive Board 04/03/2020 D2.3 V1.1 Pengkajian
Daftar AESI diperbarui termasuk
Barbara Law 25/05/2020 V2.0
literatur baru yang tersedia
THIS PROJECT HAS BEEN FUNDED IN WHOLE BY CEPI. 10V2.0. 25-05-2020
LAMPIRAN 1. MANIFESTASI KARDIOVASKULAR COVID-19
Jenis Referensi # Ref Penulis Negara Fokus
1. Kajian 14 1. Akhmerov A AS COVID-19 dan jantung
2. Atri D AS COVID-19 untuk ahli kardiologi: kajian saat ini
3. Gupta AK Beragam Perspektif saat ini tentang COVID-19 dan penyakit KD; laporan para penyunting JAHA
4. Matsushita K Prancis Dampak COVID-19 pada sistem kardiovaskular: sebuah kajian
5. Larson AS AS COVID-19 dan sistem serebro-kardiovaskular: apa yang kita ketahui sejauh ini?
6. Long B AS Komplikasi kardiovaskular COVID-19
7. Madjiid M AS Kemungkinan dampak coronavirus-coronavirus pada sistem kardiovaskular: sebuah kajian
8. Clerkin KJ AS COVID-19 dan penyakit kardiovaskular
9. Bansal M India Penyakit kardiovaskular dan COVID-19
10. Basu-Ray I AS Manifestasi kardiak COVID-19
11. Kochi AN Italia/Swiss Komplikasi kardiak dan aritmik pada COVID-19
12. Tan W AS Beban kardiovaskular COVID-19 (fokus pada penyakit jantung bawaan)
13. Fried JA AS Ragam presentasi kardiovaskular COVID-19
14. Zhao M China Perkembangan tentang hubungan infeksi coronavirus dan penyakit kardiovaskular
2. Meta-analisis 3 1. Li JW China/Inggris/ Dampak COVID-19 pada cedera jantung: review sistematik dan metaanalisis
Australia
2. Lippi G Italia/Spanyol/ Troponin I kardiak pada pasien COVID-19: meta-analisis
AS
3. Krittanawong C AS/China COVID-19 dan risiko cardiovaskular: meta-analisis
3. Patogenesis/ 7 1. Cheng P AS Risiko kardiovaskular pada COVID-19: Kemungkinan mekanisme dan ketidakpastian
Hipotesis 2. Lazzerini PE Italia/AS Risiko aritmia dan inflamasi
3. Wu Eropa(7) COVID-19 dan sindrom aritmia turunan
4. Nan J --- Hipoksia pada cedera kardiak akut COVID-19. Pelajaran dari penelitian patologi
5. South AM AS COVID-19, ACE2, dan konsekuensi kardiovaskular
6. Giudicessi JR AS Kerentanan umum terhadap kematian kardiak tiba-tiba terkait COVID-19 pada Afro-Amerika
7. Thum T Jerman Ekspresi ACE2 pada jantung manusia: penyebab gelombang gagal jantung pasca-pandemi?
8. Cremer PC AS SARS-CoV-2 dan cedera miokardial: sedikit jawaban, banyak pertanyaan
9. He L Swedia + Ekspresi vaskular perisit ACE2 reseptor SARS-CoV-2 dan inflamasi mikrovaskular
beragam
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 11V2.0. 25-05-2020
4. Panduan atau 2 1. NICE Inggris Panduan COVID-19: cedera miokardial akut
Kajian dengan Fokus 2. Siripanthong B Inggris/AS Mengenali miokarditis terkait COVID-19: kemungkinan patofisiologi, panduan Dx/Rx
Tatalaksana 3. Boukhris M Beragam Implikasi kardiovaskular pandemi COVID-19
5. Penelitian 8 1. Zhou B China Karakteristik klinis cedera miokardial pada pasien parah dan sangat parah COVID-19
2. Deng Q China Dugaan cedera miokardial pada pasien COVID-19
3. Chen L China Ekspresi ACE2 jantung manusia mengindikasikan kemungkinan baru mekanisme cedera
4. Guo T China-Wuhan Implikasi kardiovaskular kematian COVID-19
5. Han H China-Wuhan Analisis parameter laboratorium cedera jantung pada 273 pasien COVID-19
6. Stefanini GG Italia STEMI pada pasien dengan COVID-19: hasil klinis dan angiografis
7. Ma L China Miokarditis COVID-19 dan faktor keparahan: sebuah penelitian kohor dewasa
8. Shi S China Karakteristik dan signifikansi cedera miokardial pada penyakit COVID-19 parah
6. Laporan/Rangkaian Kasus
6.1. Aritmia 2 1. Kir D AS Blok AV pada COVID-19
2. Seecheran R Trinidad-Toba Aritmia atrium pada pasien dengan presentasi COVID-19
6.2. Endotheliitis 1 1. Varga Z Swiss Infeksi sel endotelium dan endoteliitis pada COVID-19
6.3. Miokarditis 10 1. Chen C China SARS-CoV-2: Kemungkinan etiologi miokarditis fulminan
2. Cizgici H Turki Mioperikarditis COVID-19
3. Doyen D Prancis Miokarditis pada seorang pasien COVID-19
4. Inciardi RM Italia Keterlibatan jantung pada seorang pasien COVID-19
5. Hu China Miokarditis fulminan yang disebmbuhkan dengan glukokortikoid dan Ig manusia
6. Sala S Italia Miokarditis akut dengan presentasi sindrom Tako-Tsubo balik pada SARS-CoV-2
7. Zeng JH China Casus pertama COVID-19 dengan komplikasi miokarditis fulminan
8. Hua A China Tamponade kardiak mengancam nyawa komplikasi mio-perikarditis pada COVID-19
9. Luetkens JA Jerman Inflamasi miokardium baur pada COIVD-19 yang terdeteksi melalui MRI kardiak
10. Craver R -- Miokarditis eosinofilik fatal pada seorang laki-laki berusia 17 tahun
6.4. Gagal Jantung 2 1. Tavazzi G Italia Lokalisasi miokardium coronavirus pada renjatan kardiogenik COVID-19
Dan Renjatan 2. Creel-Bulos C AS Cor pulmonale pada pasien sakit kritis
Kardiogenik
6.5. Kardiomiopati 4 1. Minhas AS AS Sindrom takostubo di lingkungan COVID-19
Stress 2. Jussela A AS Kardiomiopati terkait COVID-19 pada kehamilan
3. Roca E Italia Sindrom Takostubo terkait COVID-19
4. Nguyen D Belgia Sebuah kasus kardiomiopati Takotsubo dengan COVID-19
6.6. Sindrom 5 1. Bangalore S AS Elevasi segmen ST pada pasien COVID-19: rangkaian kasus
Koroner 2. Fernandez Gasso Spanyol Diseksi arteri koroner spontan berbagai pembuluh pada COVID-19
Akut (ACS) 3. Dominguez Erquic Spanyol Trombosis koroner berbagai pembuluh pada pasien dengan pneumonia COVID-19
4. Kumar K AS Diseksi arteri koroner spontan pada seorang 48 tahun – presentasi keluhan COVID-19
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 12V2.0. 25-05-2020
5. Salido-tahoces L Spanyol Presentasi tidak biasa ACS (destabilisasi plak) pada infeksi SARS-CoV-2
6.7. Lainnya 4 1. Farina A Italia Deteksi SARS-CoV-2 pada cairan perikardium pasien dengan tamponad kardiak
2. Zhou C China COVID-19 dengan pneumomediastinum spontan
3. Kolani S Maroko Pneumomediastinum spontan pada infeksi SARS-CoV-2 pada seorang perempuan 23 tahun
4. Tape AS Sinkop sebagai fitur presentasi COVID-19
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 13V2.0. 25-05-2020
Sitasi Penuh Butir-butir Tabel
1. Kajian
1.1. Akhmerov A, Marban E. Circulation Research DOI 101161/CIRCRESAHA.120.317055 COVID19 and the
heart.
1.2. Atri D, Siddiqi HK, Lang J et al. JAAC Basic Transl Sci 2020 Apr 10; 10.1016/j.jacbts.2020.04.002
COVID19 for the Cardiologist: a current review of the virology, clinical epidemiology, cardiac and other
clinical manifestations and potential therapeutic strategies
1.3. Gupta AK, Jneid H, Addison D et al. J Am Heart Assoc 2020 Apr 29:e017013; doi:
10.1161/JAHA.120.017013. Current perspectives on COVID19 and cardiovascular disease: a white
paper by the JAHA editors
1.4. Matsushita K, Marchandot B, Jesel L, Ohlmann P, Morel O. J Clin Med. 2020 May 9;9(5). pii: E1407. doi:
10.3390/jcm9051407. Review. PubMed PMID: 32397558Impact of COVID-19 on the Cardiovascular
System: A Review
1.5. Larson AS, Savastano L, Kadirvel R et al. J Am Heart Assoc. 2020 May 12:e016793. doi:
10.1161/JAHA.120.016793. [Epub ahead ofprint] PubMed PMID: 32393136. COVID-19 and the
Cerebro-Cardiovascular Systems: What do we Know so Far?
1.6. Long B, Brady WJ, Koyfman A, Gottlieb M. Am J Emergency Medicine Apr 18, 2020; doi:
10.1016/j.ajem.2020.04.048; cardiovascular complications of COVID19.
1.7. Madjiid M Safavi-Naeini P, Solomon SD, Vardeny O. JAMA Cardiology Mar 27, 2020; doi:
10.1001/jamacardio.2020.1286. Potential Effects of coronaviruses on the cardiovascular system: a
review.
1.8. Clerkin KJ, Fried JA, Raikhelkar J et al Circulation May 19, 2020; doi
10.1161/CIRCULATIONHA.120.046941 . COVID19 and cardiovascular disease.
1.9. Bansal M. Diabetes&Metabolic Syndrome: Clinical Research & Kajian; 2020; 14(3): 247-50.
Cardiovascular disease and COVID19.
1.10. Basu-Ray I, Soos MP. StatPearls Cardiac manifestations of coronavirus (COVID-19).
1.11. Kochi AN, Tagliari AP, Forleo GB et al. J Cardiovasc Electrophysiol. 2020 May; 31(5): 1003-1008. doi:
10.1111/jce.14479. Epub 2020 Apr 13. Review.PubMed PMID: 32270559. Cardiac and arrhythmic
complications in patients with COVID-19.
1.12. Tan W, Aboulhosn J. Intl J Cardiology; https://doi.org/10.1016/j.ijcard.2020.03.063. The cardiovascular
burden of COVID19 with a focus on congenital heart disease.
1.13. Fried JA, Ramasubbu K, Bhatt R et al. Circulation doi10.1161/CIRCULATIONAHA.120.047164. The
variety of cardiovascular presentations of COVID19.
1.14. Zhao M, Wang M, Zhang J et al. Biomed Pharmacother. 2020 May 13;127:110230. doi:
10.1016/j.biopha.2020.110230. [Epub ahead of print] Review. PubMed PMID: 32428835; PubMed
Central PMCID: PMC7218375.Advances in the relationship between coronavirus infection and
cardiovascular diseases.
2. Meta-analisis
2.1. Li JW, Han TW, Woodward M et al. Prog in Cardiovasc Dis Apr 16 2020;
https://doi.org/10.1016/j.pcad.2020.04.008 The impact of COVID19 on heart injury: a systematic
review and meta-analysis.
2.2. Lippi G, Lavie CJ, Sanchis-Gomar F. Prog Cardiovasc Dis. 2020 Mar 10. pii: S0033-0620(20)30055-4. doi:
10.1016/j.pcad.2020.03.001. [Epub ahead of print] Cardiac troponin I in patients with coronavirus
disease 2019 (COVID-19): Evidence from a meta-analysis.
2.3. Krittanawong C, Virk HUH, Narasimhan B, et al. Prog Cardiovasc Dis. 2020 May 7. pii: S0033-
0620(20)30097-9. doi: 10.1016/j.pcad.2020.05.001. [Epub] PubMed PMID: 32389584. Coronavirus
disease 2019 (COVID-19) and cardiovascular risk: A meta-analysis. AS
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 14V2.0. 25-05-2020
3. Patogenesis dan/atau Hipotesis
3.1. Cheng P, Zhu H, Witteles RM et al. Current Cardiology Reports 2020; 22:34;
https://doi.org/10.1007/s11886-020-01293-2 Cardiovascular risks in patients with COVID19: Potential
mechanisms and areas of uncertainty.
3.2. Lazzerini PE, Boutjdir M, Capecchi PL. Circulation Apr14; 10.1161/CIRCULATIONAHA.120.047293.
Arrhythmic Risk and Inflammation: Mind the gap!
3.3. Wu CI, Postema PG, Arbelo E et al. Heart Rhythm 2020 Mar 31; DOI:
https://doi.org/10.1016/j.hrthm.2020.03.024 SARS-CoV-2, COVID-19 and inherited arrhythmia
syndromes.
3.4. Nan J, Jin YB, Myo Y, Zhang G. J Geriatric Cardiology 2020; 17:221-3. Doi: 10.11909/j.isn.1671-
5411.2020.04.010 Hypoxia in acute cardiac injury of COVID19. Lessons learned from pathological
studies.
3.5. South AM, Diz DI, Chappell MC. Am J Physiol Heart Circ DOI: 10.1152/ajpheart.00217.2020 COVID19,
ACE2, and the cardiovascular Consequences.
3.6. Giuidicessi JR, Roden DM, Wilde AAM, Ackerman MJ. Heart Rhythm
https://doi.org/10.1016/j.hrthm.2020.04.045 Genetic susceptibility for COVID-19 -Associated sudden
cardiac death in African americans
3.7. Thum T. Eur Heart J. 2020 May 8. pii: ehaa410. doi: 10.1093/eurheartj/ehaa410. [Epub ahead of print]
PubMed PMID: 32383758. SARS-CoV-2 receptor ACE2 expression in the human heart: cause of a post-
pandemic wave of heart failure?
3.8. Cremer PC. Cleveland Clinic Journal of Medicine doi: 10.3949/ccjm.87a.ccc001. SARS-CoV-2 and
myocardial injury: few answers, many questions.
3.9. He L, Mae MA, Sun Y et al. bioRxiv preprint doi: https://doi.org/10.1101/2020.05/11.088500. Pericyte-
specific vascular expression of SARS-CoV-2 receptor ACE2 – implications for microvascular inflammation
and hypercoagulopathy in COVID-19 patients.
4. Panduan atau Kajian dengan Fokus Tatalaksana
4.1. National Institute for Health and Care Excellence (NICE); Apr 23, 2020.
www.nice.org.uk/guidance/ng171. COVID-19 rapid guideline: acute myocardial injury.
4.2. Boukhris M, Hillani A, Moroni F, et al. Can J Cardiol. 2020 May 16. doi:10.1016/j.cjca.2020.05.018.
[Epub ahead of print] Review. PubMed PMID: 32425328; PubMed Central PMCID: PMC7229739.
Cardiovascular implications of the COVID-19 pandemic: a global perspective.
4.3. Siripanthong B, Nazarian S, Muser D, et al. Heart Rhythm. 2020 May 5. pii: S1547-5271(20)30422-7. doi:
10.1016/j.hrthm.2020.05.001.[Epub ahead of print] PubMed PMID: 32387246. Recognizing COVID-19-
related myocarditis: the possible pathophysiology and proposed guideline for diagnosis and
management.
5. Penelitian
5.1. Zhou B, She J, Wang Y, Ma X. J Infection; https://doi.org/10.1016/j.jinf.2020.03.021. The clinical
characteristics of myocardial injury 1 in severe and very severe patients with COVID-19.
5.2. Deng Q, Hu B, Zhang Y et al. Int J Cardiol. 2020; https://doi.org/10.1016/j.ijcard.2020.03.087 .
Suspected myocardial injury in patients with COVID -19: evidence from front -line clinical observation in
Wuhan, China.
5.3. Chen L, Li X, Chen M et al. Cardiovasc Res doi:10.1093/cvr/cvaa078. The ACE2 expression in human
heart indicates new potential mechanism of heart injury among patients infected with SARS-CoV2
5.4. Guo T, Fan Y, Chen M et al. JAMA Cardiol. 2020 Mar 27. doi: 10.1001/jamacardio.2020.1017. [Epub
ahead of print] Cardiovascular Implications of Fatal Outcomes of Patients With Coronavirus Disease
2019 (COVID-19).
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 15V2.0. 25-05-2020
5.5. Han H, Xie L, Liu R et al. J Med Virol. 2020 Mar 31. doi: 10.1002/jmv.25809. [Epub ahead of print]
Analysis of heart injury laboratory parameters in 273 COVID-19 patients in on hospital in Wuhan, China.
5.6. Stefanini GG, Montorfano M, Trabattoni D et al. Circulation 2020 Apr 30; doi:
10.1161/circulationaha.120.047525 ST elevation myocardial infarctionI in patients with COVID19:
Clinical and angiographic outcomes.
5.7. Ma L, Liu ZH, Cao CF et al, medRxiv 2020; https://doi.org/10.1101/2020.03.19.20034124 COVID-19
myocarditis and severity factors: an adult cohort study.
5.8. Shi S, Qin M, Cai Y, et al. Eur Heart J. 2020 May11. pii: ehaa408. doi:10.1093/eurheartj/ehaa408. [Epub
ahead of print] PubMed PMID: 32391877.Characteristics and clinical significance of myocardial injury in
patients with severe coronavirus disease 2019. CHINA
6. Laporan/Rangkaian Kasus
6.1. Aritmia
6.1.1. Kir D, Mohan C, Sancassani R. JACC Case Rep 2020 May 3. Doi:10.1016/j.jaccas.2020.04.026 Heart
BRAKE – an unusual cardiac manifestation of COVID19
6.1.2. Seecheran R, Narayansingh R, Giddings S, et al. J Investig Med High Impact Case Rep. 2020 Jan-
Dec;8:2324709620925571. doi: 10.1177/2324709620925571. PubMed PMID 32370558. Atrial
Aritmia in a Patient Presenting With Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) Infection.
6.2. Endothelitis
6.2.1. Varga Z, Flammer AJ, Steiger P et al. Lancet 2020 Apr 17; https://doi.org/10.1016/S0140-
6736(20)300937-5 Endothelial cell infection and endotheliitis in COVID19.
6.3. Miokarditis
6.3.1. Chen C et al. SARS-CoV-2: a potential novel etiology of fulminant myocarditis
6.3.2. Cizgici, H. Zencirkiran Agus and M. Yildiz, American Journal of Emergency Medicine,
https://doi.org/10.1016/j.ajem.2020.04.080 COVID-19 myopericarditis: It should be kept in mind
in today's conditions,
6.3.3. Doyen D, Moceri P, Ducreux D, Dellamonica J. Lancet. 2020 May9; 395(10235):1516. doi:
10.1016/S0140-6736(20)30912-0. Epub 2020 Apr 23. PubMedPMID: 32334650; PubMed Central
PMCID: PMC7180035. Miokarditis in a patient withCOVID-19: a cause of raised troponin and ECG
changes.
6.3.4. Inciardi RM, Lupi L, Zaccone G et al. JAMA Cardiology Mar 27, 2020.
Doi:10.1001/jamacardio.2020.1096. Cardiac involvement in a patient with COVID-19.
6.3.5. Hu H, Ma F, Wei X, Fang Y. Eur Heart J. 2020 Mar 16. pii: ehaa190. doi:
10.1093/eurheartj/ehaa190. [Epubahead of print] Coronavirus fulminant myocarditis saved with
glucocorticoid and human immunoglobulin.
6.3.6. Sala S, Peretto G, Gramegna M et al. Eur Heart J; doi: 10.1093/eurheartj/ehaa286. Acute
myocarditis presenting as a reverse Tako-Tsubo syndrome in a patient with SARS-CoV2 respiratory
infection
6.3.7. Zeng JH, Liu YX, Yuan J et al. Infection 2020 Apr 10; 10.1007/s15010-020-01424-5 First case of
COVID19 complicated with fulminant myocarditis: a case report and insights.
6.3.8. Hua A, O’Gallagher K, Sado D Byrne J. Eur Heart J 2020 Mar 30; doi:10.1093/eurheartj/ehaa253.
Life threatening cardiac tamponade complicating myo-pericarditis in COVID19.
6.3.9. Luetkens JA, Isaak A, Zimmer S et al. Circ Cardiovasc Imaging. 2020May;13(5):e010897. doi:
10.1161/CIRCIMAGING.120.010897. Epub 2020 May 13. PubMed PMID: 32397816. Diffuse
Myocardial Inflammation in COVID-19 Associated Miokarditis Detected by
MultiparametricCardiac Magnetic Resonance Imaging.
6.3.10. Craver R, Huber S, Sandomirsky M. Fetal Pediatr Pathol. 2020 May 13:1-6. doi:
10.1080/15513815.2020.1761491. [Epub ahead of print] PubMed PMID:32401577. Fatal
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 16V2.0. 25-05-2020
Eosinophilic Miokarditis in a Healthy 17-Year-Old Male with Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus 2 (SARS-CoV-2c).
6.4. Gagal Jantung dan Renjatan Kardiogenik
6.4.1. Tavazzi G, Pellegrini C, Maurelli M et al. Eur J Heart Failure https://doi.ort/10.1002/ejhf.1828
Myocardial localization of coronavirus in COVID19 cardiogenic shock.
6.4.2. Creel-Bulos C, Hockstein M, Amin N et al. N Engl J Med. 2020 May 6. doi: 10.1056/NEJMc2010459.
[Epub ahead of print] PubMed PMID: 32374956. Acute Cor Pulmonale in Critically Ill Patients with
Covid-19.
6.5. Stres Kardiomiopati
6.5.1. Minhas AS, Scheel P, Garibaldi B. JACC Case Reports https://doi.ort/10.1016/j.jaccas.2020.04.023
Takotsubo syndrome in the setting of COVID19 infection. AS report out of Johns Hopkins.
6.5.2. Jussela A, Nazir M, Gimovsky M Am J O&G. https://doi.org/10.1016/j.ajogmf.2020.100113 2 cases
of COVID19 related cardiomyopathy in pregnancy.
6.5.3. Roca E, Lombardi C, Campana M et al. Eur J Case Rep Intern Med. 2020Apr 21;7(5):001665. doi:
10.12890/2020_001665. eCollection 2020. PubMed PMID:32399453; PubMed Central PMCID:
PMC7213829. Takotsubo Syndrome Associated with COVID-19.
6.5.4. Nguyen D, Nguyen T, De Bels D, Castro Rodriguez J. Eur Heart J Cardiovasc Imaging. 2020 May 12.
pii: jeaa152. doi: 10.1093/ehjci/jeaa152. [Epub ahead of print] PubMed PMID: 32395765. A case
of Takotsubo cardiomyopathy with COVID 19
6.6. Sindrom Koroner Akut
6.6.1. Bangalore S, Sharma A, Slotwiner A et al. NEJM Apr 17, 2020 DOI: 10.1056/NEJMc2009020 ST-
Segment elevation in patients with Covid-19 – a case series.
6.6.2. Fernandez Gasso L, Maneiro Melon NM, Sarnago Cebada F et al. Eur Heart J. 2020 May 7. pii:
ehaa400. doi: 10.1093/eurheartj/ehaa400. [Epub ahead of print] PubMed PMID: 32379308.
Multivessel spontaneous coronary artery dissection presenting in a patient with severe acute
SARS-CoV-2 respiratory infection.
6.6.3. Dominguez-Erquicia P, Dobarro D, Raposeiras-Roubín S, et al. Eur Heart J. 2020 May 6. pii:
ehaa393. doi: 10.1093/eurheartj/ehaa393. [Epub ahead of print] PubMed PMID: 32374373.
Multivessel coronary thrombosis in a patient with COVID-19 pneumonia.
6.6.4. Kumar K, Vogt JC, Divanji PH, Cigarroa JE. Catheter Cardiovasc Interv. 2020 May 7. doi:
10.1002/ccd.28960. [Epub ahead of print] PubMed PMID: 32383284. Spontaneous coronary
artery dissection of the left anterior descending artery in a patient with COVID-19infection.
6.6.5. Salido-Tahoces L, Sánchez-Recalde A, Pardo-Sanz A, Zamorano Gómez JL. Eur Heart J Cardiovasc
Imaging. 2020 May 15. pii: jeaa147. doi: 10.1093/ehjci/jeaa147. [Epub ahead of print] PubMed
PMID: 32412641 .Unusual presentation of acute coronary syndrome in a patient with SARS-CoV-2
infection.
6.7. Lainnya
6.7.1. Farina A, Uccello G, Spreafico M et al. Eur J Int Med https://doi.org/10.1016/j.ejim.2020.04.045
SARS-CoV2 detection in the pericardial fluid of a patient with cardiac tamponade.
6.7.2. Zhou C, Gao C, Xie Y, Xu M. Lancet Infect Dis. 2020 Mar 9. pii: S1473-3099(20)30156-0. doi:
10.1016/S1473-3099(20)30156-0. [Epub ahead of prin COVID-19 with spontaneous
pneumomediastinum.
6.7.3. Kolani S, Nawfal H, Haloua M et al. IDCases. 2020 May 11:e00806. doi:
10.1016/j.idcr.2020.e00806. [Epubahead of print] PubMed PMID: 32395425; PubMed Central
PMCID: PMC7212974. Spontaneous pneumomediastinum occurring in the SARS-COV-2infection.
6.7.4. Tape C, Byrd KM, Aung S et al. Rhode Island Med J Apr 2020; COVID-19 in a patient presenting
with syncope and a normal Chest X-ray.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 17V2.0. 25-05-2020
7. Ulasan/Editorial Terbuka/Surat kepada Penyunting (tidak masuk tabel)
1.1. Peretto G, Sala S, Caforia ALP. Eur Heart Journal 2020 May 3;
https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehaa396 . Acute myocardial injury, MINOCA, or myocarditis?
Improving characterization of coronavirus-associated myocardial involvement.
1.2. Kuck, KH. Herz https://doi.org/10.1007/s00059-020-04924-0 Aritmia and sudden cardiac death in the
COVID-19 pandemic.
1.3. Ammirati E, Wang DW. Int J Cardiology doi.org/10.1016/j.ijcard.2020.03.086 SARS CoV-2 inflames the
heart. The importance of awareness of myocardial injury in COVID19 patients
1.4. Bonow RO, Fonarow GC, O'Gara PT, Yancy CW. JAMA Cardiol. 2020 Mar 27. doi:
10.1001/jamacardio.2020.1105. [Epub ahead of print] Association of Coronavirus Disease 2019
(COVID-19) With Myocardial Injury and Mortality.
1.5. Zhou R Eur Heart J 2020 May3; https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehaa392 Does SARS-CoV-2 cause
viral myocarditis in COVID-19 patients?
1.6. Hulot JS Arch of CV Diseases https://doi.org/10.1016/j.acvd.2020.03.009 COVID19 in patients with
cardiovascular diseases.
1.7. Xiong TY, Redwood S, Prendergast B, Chen M. Eur HeartJ 2020; 41:1798-1800.
Doi:10.10093/eurheartj/ehaa231. Coronaviruses and the cardiovascular system: acute and long-term
implications.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI 18V2.0. 25-05-2020
LAMPIRAN 2. MANIFESTASI NEUROLOGIS COVID-19
Jenis Referensi # Ref Penulis Negara Fokus
1. Kajian 7 1. Asadi-Pooya AA Iran, AS Manifestasi sistem saraf pusat COVID-19: kajian sistematis
2. Troyer EA AS Sekuel neuropsikiatris COVID-19 – kemungkinan mekanisme imunologis
3. Wu Y China Keterlibatan sistem saraf pusat setelah infeksi COVID-19 dan coronavirus-coronavirus lain
4. Li H China Keterlibatan sistem saraf pada SARS-CoV-2
5. Daou BJ AS Implikasi neurologis COVID-19: pelajaran dari wabah-wabah sebelumnya
6. Liu K China Manifestasi neurologis SARS-CoV-2
7. Finsterer J Austria Laporan terbaru mengenai neurologi COVID-19
2. Meta-analisis 2 1. Tong JY AS Prevalensi disfungsi penciuman dan pengecapan pada COVID-19: kajian sist/meta-analisis
2. Aziz AS Perubahan rasa (dysgeusia) pada COVID-19: kajian sistematis/meta-analisis
3. Patogenesis/ 7 1. Baig AM Pakistan Distribusi jaringan, interaksi inang-virus, dan usulan mekanisme neurotropis
hipotesis 2. De Felice FG Brazil,Kanada SARS-CoV-2 dan sistem saraf pusat
3. Gandhi S India Apakah mengempisnya pusat pernapasan otak mengakibatkan gagal pernapasan COVID-19
4. Li Z China, Inggris Kemungkinan rute invasi saraf SARS-CoV-2 dari perifer ke otak
5. Paniz-Mondolfi P AS Keterlibatan sistem saraf pusat oleh SARS-CoV-2
6. Steardo L Italia, Inggris Neuroinfeksi dapat berkontribusi pada manifestasi patofisiologi/klinis
7. Vaira LA Italia Kemungkinan patogenesis ageusia dan anosmia
4. Panduan atau 3 1. Lao wP AS Anosmia, hiposmia, dan dysgeusia sebagai indikator positif infeksi SARS-CoV-2
Kajian dengan Fokus 2. Needham EJ Inggris, AS Implikasi neurologis infeksi COVID-19
Tatalaksana 3. Soler ZM AS Primer kehilangan penciuman terkait virus dalam era COVID-19
5. Penelitian 17 1. Kandemirli SG Turki Temuan MRI otak pada pasien ICU dengan COVID-19
2. Beltran-Corbellini Spanyol Gangguan penciuman & pengecapan dengan onset akut: penelitian kontrol kasus berbasis
PCR multisenter pemandu
3. Giacomelli A Italia Gangguan penciuman dan pengecapan terlapor mandiri pada SARS-CoV-2: penelitian
potong lintang
4. Hopkins C Inggris Presentasi anosmia baru selama pandemi COVID-19
5. Hopkins C Inggris Pemulihan dini setelah onset baru anosmia: penelitian kohort observasi
6. Jitaroon K Thailand, Evaluasi insidensi neuropati kranium lainnya pada pasien dengan anosmia
7. Klopfenstein T AS Fitur-fitur anosmia pada COVID-19
8. Luers JC Prancis Disfungsi penciuman dan pengecapan pada COVID-19
9. Mao L Jerman Manifestasi neurologis pasien-pasien rawat inap dengan COVID-19
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI. 20V2.0. 25-05-2020
10. Moein ST China Disfungsi penciuman: penanda biologis COVID-19
11. Spinato G Iran, AS Perubahan penciuman atau pengecapan pada pasien rawat jalan simtomatik ringan dengan
SARS-CoV-2
12. Yan CH Italia, Inggris Hubungan disfungsi kemosensorik dan COVID-19 pada pasien dengan ILI
13. De Maria A AS Prevalensi tinggi gangguan penciuman dan pengecapan selama SARS-CoV-2 pada pasien
rawat jalan
14. Lee Y Italia Prevalensi dan durasi kehilangan akut penciuman atau pengecapan pada pasien COVID-19
15. Lu L Korea Kejang simtomatik akut onset baru dan faktor-faktor risiko pada COVID-19
16. Vaira LA China Validasi tes penciuman dan pngecapan mandiri
17. Kaye R Italia, AS Instrumen pelaporan anosmia: temuan-temuan awal
6. Laporan/Rangkaian Kasus
6.1. Ensefalitis 4 1. Duong L AS Meningoensefalitis tanpa gagal pernapasan pada seorang pasien perempuan muda
2. Moriguchi T Jepang Kasus pertama meningitis/ensefalitis terkait SARS-CoV-2
3. Ye M China Ensefalitis sebagai manifestasi klinis COVID-19
4. Bernard-Valnet R Swiss Meningoensefalitis iringan SARS-CoV-2
6.2. GBS (sindrom 13 1. Scheidl E Jerman GBS selama SARS-CoV-2: laporan kasus dan kajian literatur baru
Guillain-Barré) 2. Alberti P Italia GBS terkait infeksi COVID-19
3. Camedssanche JP Prancis COVID-19 dapat mengakibatkan GBS
4. Gutierrez-Ortiz C Spanyol Sindrom Miller Fisher dan polineuritis cranialis pada COVID-19
5. El Otmani H Maroko COVID-19 dan GBS: lebih dari kebetulan
6. Padroni M Italia GBS setelah COVID-19: infeksi baru, komplikasi lama
7. Sedaghat Z Iran GBS terkait infeksi COVID-19: sebuah laporan kasus
8. Toscano G Italia GBS terkait SARS-CoV-2
9. Virani A AS GBS terkait infeksi SARS-CoV-2
10. Zhao H China GBS terkait infeksi SARS-CoV-2: sebab-akibat atau kebetulan
11. Coen M Swiss GBS fatal setelah infeksi SARS-CoV-2
12. Ottoviani D Italia GBS pada COVID-19: sebuah laporan kasus
13. Pfefferkorn Jerman Poliradikuloneuritis akut dengan sindrom terkunci pada seorang pasien dengan COVID-19
6.3. Perdarahan 3 1. Sharifi-Razavi A Iran COVID-19 dan perdarahan intraserebral: sebab-akibat atau kebetulan
sistem saraf pusat 2. Poyiadii N AS Enselopati nekrotisasi hemorhagik akut
3. Muhammad S Jerman Perdarahan otak berat dan iringan COVID-19
6.4. Abnormalitas 7 1. Galougahi MK Iran MRI bulbus olfaktori pada anosmia akibat SARS-CoV-2
Saraf Kranial 2. Gane SB Inggris Anosmia onset tiba-tiba yang terisolasi pada infeksi COVID-19. Sindrom baru?
3. Gilani S Iran COVID-19 dan anosmia di Tehran, Iran
4. Ollarves-Carrero Spanyol Anosmia pada seorang tenaga kesehatan dengan COVID-19
5. Hielmesaeth J Norwegia Kehilangan penciuman atau pengecapan sebagai satu-satunya gejala COVID-19
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI. 30V2.0. 25-05-2020
6. Dinkin M AS Infeksi COVID-19 dengan presentasi oftalmoparesis dari layuh saraf kranium
7. Kaya Y Turki Transient cortical blindness in COVID-19 pneumonia
6.5. Neuropati 1 1. Abdelnour L Inggris Infeksi COVID-19 dengan presentasi neuropati perifer motorik
Perifer
6.6. Lainnya 2 1. Zanin L Italia SARS-CoV-2 dapat mengakibatkan lesi otak dan lesi demielinasi tulang belakang
2. Yousaf Z Qatar COVID-19 terkait COVID-19: sebuah petunjuk di masa pandemi
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI. 21V2.0. 25-05-2020
Sitasi Penuh Butir-butir Tabel
1. Kajian
1.1. Asadi-Pooya AA, Simani L. J Neurological Sciences 413 (2020) 116832; CNS manifestations of COVID-19:
A systematic review
1.2. Troyer EA, Kohm JN, Hong S Brain Behavior and Immunity https://doi.org/10.1016/j.bbi.2020.04.027.
Are we facing a crashing wave of neuropsychiatric sequelae of COVID-19? Neuropsychiatric symptoms
and potential immunologic mechanisms.
1.3. Wu Y, Xu X, Chen Z et al. Brain Behavior and Immunity Mar 28, 2020;
https://doi.org/10.1016/j.bbi.2020.03.031 Nervous system involvement after infection with COVID-19
and other coronaviruses.
1.4. Li H, Xue Q, Xu X. Neurotox Res. 2020 May 13. doi: 10.1007/s12640-020-00219-8. [Epub ahead of print]
Review. PubMed PMID: 32399719. Involvement of the Nervous System in SARS-CoV-2 Infection.
1.5. Daou BJ, Koduri S, Palmateer G et al. Neurosurgery 2020; May 3; doi: 10.1093/neuros/nyaa186. Letter:
Neurological implications of COVID19 and lessons learned from prior epidemics and pandemics.
1.6. Liu K, Pan M, Xiao Z, Xu X. J Neurol Neurosurg Psychiatry 2020 http://dx.doi.org/10.1136/jnnp-2020-
323414 letter. Neurological manifestations of the SARS CoV2 pandemic 2019-2020
1.7. Finsterer J, Stollberger C. J Med Virol. 2020 May 13. doi: 10.1002/jmv.26000. [Epub ahead of print]
PubMed PMID: 32401352. Update on the neurology of COVID-19.
2. Meta-analisis
2.1. Tong JY, Wong A, Zhu D et al. Otolaryngol Head Nec Surg 2020 May 5; doi:
10.1177/0194599820926473 The prevalence of olfactory and gustatory dysfunction in Covid19
patients: a systematic review and meta-analysis.
2.2. Aziz M, Perisetti A, Lee-Smith WM et al. Gastroenterology, 2020 May 5; pii: S0016-5085(20)30595-3.
doi: 10.1053/j.gastro.2020.05.003. [Epub ahead of print] PubMed PMID: 32387496.Taste Changes
(Dysgeusia) in COVID-19: A systematic review and metaanalysis.
3. Patogenesis dan/atau Hipotesis
3.1. Baig AM, Khaleeq A, Ali U, Syeda H. ACS Chem Neurosci. 2020 Mar 13. doi:
10.1021/acschemneuro.0c00122. [Epub ahead of print] Evidence of the COVID-19 Virus Targeting the
CNS: Tissue Distribution, Host-Virus Interaction, and Proposed Neurotropic Mechanisms.
3.2. De Felice FG, Tovar-Moll F, Moll J et al. Trends Neurosci 2020 Apr 21; doi: 10.1016/j.tins.2020.04.004
SARS-CoV-2 and the Central Nervous System.
3.3. Gandhi S, Srivastava AK, Ray U, Tripathi PP. ACS Chem Neuroscience; 2020 Apr 29; doi:
10.1021/acschemneuro.0c00217 Is the collapse of the respiratory center in the brain responsible for
respiratory breakdown in COVID19 patients.
3.4. Li Z, Liu T, Yang N et al. Front Med https://doi.org/10.1007/s11684-020-0786-5 Neurological
manifestations of patients with COVID19: potential routes of SARS-CoV2 neuroinvasion from the
periphery to the brain.
3.5. Paniz-Mondolfi AP, Bryce C, Grimes Z et al. J Med Virol 2020 Apr 21 doi: 10.1002/jmv.25915 Central
Nervous System involvement by SARS-CoV-2.
3.6. Steardo L, Steardo L Jr, Zorec R, Verkhratsky A. Acta Physiol (Oxf). 2020 Mar 29:e13473. doi:
10.1111/apha.13473. [Epub ahead ofprint] Neuroinfection may potentially contribute to
pathophysiology and clinical manifestations of COVID-19.
3.7. Vaira LA, Salzano G, Fois AG et al. Int Forum Allergy Rhinol 2020 Apr 27; doi: 10.1002/alr.22593
Potential pathogenesis of ageusia and anosmia in COVID19 patients.
PROYEK INI DIDANAI SEPENUHNYA OLEH CEPI. 5You can also read